PINDAH RUMAH

Terhitung mulai tanggal 30 Maret 2009, saya telah menon-aktifkan blog ini,

selanjutnya, tulisan-tulisan saya akan dituangkan di blog saya yang baru pada alamat berikut ini :

http://sapeq.wordpress.com

~Syafiq Al-’Atiiq

DIES EMAS ITB bareng barudak ARC

beberapa waktu yang lalu ITB kan ulang tahun dies emas tuh,

kampus udah jadi kayak ancol aja, ada badutnya (punya telkom speedy), ada yang jualan es duren, ada stage musiknya, ada mobil2an buat keliling kampus lagi, ancol banget dah,

tapi disela-sela itu, saya bersama barudak-barudak ARC menyempatkan diri untuk berfoto bersama pada momen yang datang 50 tahun sekali ini.

ini skrinsyutnya :

 

 hayo, saya yang mana???

error: 'Access denied for user: 'root@localhost' (Using password: NO)':

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba menginstall mysql di server ubuntu saya..

kurang lebih begini syntax installasinya :

———————————————————————————-

apt-get install mysql-server-5.0 mysql-client-5.0

———————————————————————————-

dan setelah proses installasi selesai, saya mencoba masuk ke dalam mysql saya dengan perintah :

———————————————————————————-

mysql

———————————————————————————-

tapi apa yang terjadi bung..kira-kira seperti ini :

———————————————————————————-

error: ‘Access denied for user: ‘root@localhost’ (Using password: NO)’:

———————————————————————————-

 setelah googling berlama-lama dan tidak menemukan jawabannya, ya saya uninstall aja deh..setelah itu melakukan proses installasi seperti diatas. Dan ternyata pertama-tama harus diset dulu passwordnya dengan perintah :

———————————————————————————-

 mysqladmin u root -p

———————————————————————————

 setelah itu anda akan ditanyakan passsword apa yang akan anda isikan :

———————————————————————————-

Enter password:
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or g.
Your MySQL connection id is 2
Server version: 5.0.67-0ubuntu6 (Ubuntu)

Type ‘help;’ or ‘h’ for help. Type ‘c’ to clear the buffer.

mysql>

———————————————————————————-

 

beres deh…

lanjut ke phpmyadmin ah..

Sunken Court 11:49 pm

Sunken Court 11:49 pm

Malam ini sebenarnya saya ingin ngoprek virtual host. Namun, karena tidak punya access ke DNS, ya ga bisa jadinya. Lagian, bahaya kalo mau ngubek2 DNS, bisa digoblok-goblokin banyak orang kalo salah dikit (seperti kejadian beberapa waktu yang lalu).

yawes, udah malem nih… udah hampir tengah malam…besok harus kuliah…

dadaghhh

Hari Ini

Pusing,

Deadline,

Menggebu-gebu,

ARC,

FTSL,

 

Generic Host Process for Win32 Services

Ketika baru pasang IM2 broom, hati saya sangat senang, karena tidak usah lagi repot2 ke kampus hanya untuk sekedar browsing. Awal-awalnya sih lancar-lancar saja, sampai muncul "box" di bawah ini : 

Dan pilihannya cuma 2, yaitu "Don’t Send" sama "Send Error Report". Ketika saya klik "Don’t Send", otomatis koneksi internet saya terputus sampai restart yang berikutnya, baru bisa nyambung lagi. Pertama-tama saya berpikir ini ada crash antara windows dengan drivernya kabel data, atau gara-gara windows saya bajakan yah??jadi tiap konek ke internet selalu diputus.

Sempat juga berpikir akan install ulang, namun belum kesampaian. Pernah juga kepikiran, apa gara-gara IM2 nya yah?? entahlah..Akhirnya, sebelum saya lakukan semua itu, saya coba-coba googling, dan menemukan ramuan berikut ini:

coba make Regedit :
1. buka regedit.exe
2. HKLM/System/CurrentControlSet/Services/NetBT/Parameters
pada “TransportBindName” , kosongkan value yang ada.
3. HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/OLE
pada “EnableDCOM” rubah valuenya menjadi ” N “

 Tapi setelah dicoba ya teteup aja ga ada perubahan. Beuh, saya tambah bingung.

 Setelah berjuang sampe berdara-darah (lebay). Saya menemukan jurus kungfu yang lebih manstab, dan InsyaAllah ga akan keluar lagi tulisan seperti diatas. Ini nih jurusnya :

 1. Bagi yang kompienya menggunakan shared printer atau scanner, silahkan donlot dari link yang ini :

 http://forums1.itrc.hp.com/service/f…93412+28353475

 2. Bagi yang kompinya standalone, silahkan genjot dari link yang ini :

 http://www.firewallleaktester.com/tools/wwdc.exe

 3. Setelah itu coba tutup port 135 sama 445

 4. Restart Kompie

 5. Rasakan manfaatnya

 Jadi sebenarnya masalah terletak pada kerusakan software karena update Windows yang tidak sempurna (Bagi yang terhubung jaringan). Nah, kalau tidak terhubung jaringan kemungkinan ada worm yang mengakibatkan overflow.

 Selamat mencoba, semoga bisa membantu…

Anak Sekecil itu

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menjalani perjalanan dengan Kereta Api Mutiara Selatan lagi. Perjalanan saya kali ini bertujuan ke Kota Kampung Halaman saya, Malang. Kepulangan saya ini karena saya harus menghadiri acara SMANTI EDUCATION FAIR.
Ada yang menarik ketika kereta saya sampai di daerah Cipeundeuy (bener ga yah nulisnya..??). Ketika itu saya iseng-iseng aja berdiri di pintu kereta, karena memang udara di dalam gerbong lagi pengap (maklum, kereta bisnis banyak yang ngrokok, dan saya alergi rokok). Ditengah lamunan saya di pintu kereta itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan saya. Ada seorang bocah kecil yang tiba-tiba memanggil saya, “Om“. Whew, baru kali ini saya bertemu dengan orang yang baru pertama kali saya melihatnya, dan orang itu langsung menyapa saya dengan sebutan “Om” (dalam hati saya : kamu kira aku suaminya tantemu apa???).

Dan tiba-tiba saja terjadi percakapan seperti ini :

 Bocah Kecil   :  Om, om, minta uangnya om!!(diulangi sampai 3x dengan semakin lama semakin memelas)
 Saya           : wah, buat beli apa dek??
 Bocah kecil   : Buat beli buku om..
 Saya           : emang adek kelas berapa??
 Bocah Kecil   : Kelas 4 om..
 Saya           : Sekolahnya dimana??
 Bocah Kecil   : (dia tidak menjawab, sepertinya sudah bosan dengan pertanyaan2 saya..)
 Saya           : Wah, saya juga mau beli buku nih dek, jadi kita sama-sama beli buku nih. jadi gimana dong??
 Bocah kecil   : (semakin bingung harus berkata apa....dan akhirnya dia pergi)

 Saya heran, kenapa setiap saya naik kereta trayek Bandung-Surabaya (maupun sebaliknya) dan sedang berhenti di stasiun itu (menurut ingatan fotografis yang saya miliki), selalu saja ada bocah-bocah kecil yang minta uang. Dan jumlahnya itu tidak sedikit. Mereka selalu menggedor-gedor jendela para penumpang, dan dengan tampang memelas mereka meminta-minta uang kepada para penumpang kereta api. Apakah mereka kesulitan secara ekonomi?? ya mungkin ini bisa jadi jawaban yang paling logis. Memang rata-rata orang yang meminta-minta itu gara-gara masalah ekonomi. Tapi, kenapa mereka bergerombol??? dan selalu ada di tempat yang sama??

Setega itukah orangtua jaman sekarang menjadikan anak sebagai obyek pemerasan untuk memenuhi hasrat orangtuanya?? ah, sudah ah,, saya tidak mau sok tahu lebih banyak lagi,, 

Bos Pengemis....Luar Biasa.....

bos pengemis

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

—-

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya , Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

***

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ‘’orang mampu’‘. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

‘’Yang penting halal,’’ ujarnya mantap.

***

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ‘’ilmu’’ dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ‘’Pokoknya sudah enak,’’ katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ‘’Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,’’ kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ‘’keberhasilan’’ Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ‘’Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,’’ ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ‘’Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,’’ tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ‘’pos khusus’‘, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

***

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ‘’Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,’’ ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik.

‘’Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,’’ katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ‘’Saya ingin naik haji,’’ ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti…

sumber:
http://www.jawapos.co.id/metropolis/index….il&nid=5373

ngutip dari forum sebelah, gimana nih??setara ama gaji pegawai baru???..

Pendidikan Mental Dimulai dari Niat yang Tulus

Masih segar di kepala saya ketika sedang duduk di bangku kelas 3 SMA. Ketika itu saya diamanahi sebagai panitia Komisi Disiplin Masa Orientasi Siswa (MOS) , dengan deskripsi tugas kurang lebih sebagai berikut:
1.    Mengawasi seluruh peserta dari ketidakdisiplinan selama acara
2.    Membina mental para peserta dengan pressure-pressure yang masih sesuai dengan tingkat kemampuan mental mereka

Dan hanya itu yang saya ingat. Dari deskripsi tugas itu, yang saya kerjakan adalah lebih banyak memberikan pressure kepada adik-adik tingkat saya, berupa serangan-serangan kata-kata yang membuat mereka mampu menyuarakan pendapat mereka serta berani mengemukakan bahwa sebenarnya mereka tidak bersalah. Dan memang benar, orang-orang yang mampu keluar dari tekanan-tekanan yang saya berikan, mereka menjadi orang-orang yang mampu muncul ke permukaan, maksudnya menjadi orang-orang terpilih yang bisa dipercaya dan mempunyai integritas. Begitu pentingnya sebuah kemampuan untuk bekerja dalam tekanan, sehingga setiap yang kita kerjakan terasa ringan dan bukan menjadi sebuah beban.

Saya melihat, banyak model pendidikan pengkaderan sebuah organisasi di negeri ini banyak mengadopsi cara-cara seperti yang saya sebutkan diatas. Bukan tanpa sebab, hal ini memang penting. Karena tugas seorang pemimpin memang lebih ke arah menajerial kumpulan orang, sehingga tekanan selalu datang setiap saat. Dan seorang pemimpin sejati bukanlah orang yang terombang-ambing ketika hanya dengan tiupan angin sepoi-sepoi prinsip hidupnya tergoyahkan. Sebagai seorang mahasiswa yang tugasnya (kata kebanyakan orang) sebagai agent of change, saya mungkin lebih setuju tetap ada tekanan mental dalam model pengkaderan sebuah organisasi, namun porsinya harus tetap sesuai dengan usia dari manusia yang dikader.

Yang terjadi saat ini adalah, motif balas dendam. Mereka yang merasa lebih tua, bisa memperlakukan adik tingkatnya seenak mereka sendiri. Beberapa institusi menggunakan bungkus bernama pengkaderan, padahal yang mereka kerjakan adalah pemuasan nafsu balas dendam dari apa yang telah mereka alami. Saya katakan disini adalah nafsu balas dendam, mengapa?? Karena sebuah pengkaderan tidak boleh berdasarkan nafsu, sebuah pengkaderan butuh keikhlasan dari orang-orang yang ada di dalamnya. Ketika paradigma kaderisasi sudah bergeser dari pembinaan ke arah balas dendam, saya yakin materi-materi lain yang masih bersifat baik dalam kegiatan itu tingkat keberterimaannya akan rendah. Peserta hanya akan mengikuti kegiatan dengan niat akan melakukan hal yang sama di tahun yang akan datang kepada adik tingkat yang selanjutnya. Inilah yang salah dari proses pengkaderan kebanyakan organisasi di negeri ini. Sebuah niat, bisa berujung kepada kehancuran generasi muda. Kalau sudah demikian, mau dibawa kemana negeri ini???

Beberapa Pertanyaan

Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu akan mengerti esensi mempelajari sesuatu ketika kamu tidak juga mengerti hal tersebut, padahal kamu sudah berjuang mati-matian untuk memahaminya??
Pernahkah kamu berpikir bahwa sebuah perjuangan tanpa henti tidak mungkin menghasilkan angka nol pada akhirnya??
Pernahkah kamu berpikir bahwa tidak ada satupun orang paling hebat di dunia ini kecuali orang-orang yang mendedikasikan dirinya pada sebuah perjuangan mencapai mimpi tanpa henti??
Apakah orang terlihat bodoh ketika melihat dirinya tidak mampu untuk mencerna sesuatu, padahal dari situlah muncul sebuah semangat yang membara??
Karena perjuangan bukan dilihat dari hasil yang dicapai, tapi seberapa kuat diri kita untuk menjalani gempuran-gempuran hidup dari waktu ke waktu.